About

Rabu, 30 Oktober 2013

   Sekilas Tentang Sejarah Bahasa Indonesia



       Bahasa Indonesia lahir pada tanggal 28 Oktober 1928. pada saat itu, para pemuda dari berbagai pelosok Nusantara berkumpul dalam kerapatan Pemuda dan berikrar (1) bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia, (2) berbangsa yang satu, bangsa Indonesia, dan (3) menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Ikrar para pemuda ini dikenal dengan nama Sumpah Pemuda.
Unsur yang ketiga dari Sumpah Pemuda merupakan pernyataan tekad bahwa bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan bangsa . Pada tahun 1928 itulah bahasa Indonesia dikukuhkan kedudukannya sebagai bahasa nasional.
   
   Bahasa Indonesia dinyatakan kedudukannya sebagai bahasa negara pada tanggal 18 Agustus 1945 karena pada saat itu Undang-Undang Dasar 1945 disahkan sebagai Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia. Dalam Undang-Undang Dasar 1945 disebutkan bahwa Bahasa negara ialah bahasa Indonesia (Bab XV, Pasal 36).
Keputusan Kongres Bahasa Indonesia II tahun 1954 di Medan, antara lain, menyatakan bahwa bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu. Bahasa Indonesia tumbuh dan berkembang dari bahasa Melayu yang sejak zaman dulu sudah dipergunakan sebagai bahasa perhubungan (lingua franca) bukan hanya di Kepulauan Nusantara, melainkan juga hampir di seluruh Asia Tenggara.
Bahasa Melayu mulai dipakai di kawasan Asia Tenggara sejak abad ke-7. Bukti yang menyatakan itu ialah dengan ditemukannya prasasti di Kedukan Bukit berangka tahun 683 M (Palembang), Talang Tuwo berangka tahun 684 M (Palembang), Kota Kapur berangka tahun 686 M (Bangka Barat), dan Karang Brahi berangka tahun 688 M (Jambi). Prasasti itu bertuliskan huruf Pranagari berbahasa Melayu Kuna. Bahasa Melayu Kuna itu tidak hanya dipakai pada zaman Sriwijaya karena di Jawa Tengah (Gandasuli) juga ditemukan prasasti berangka tahun 832 M dan di Bogor ditemukan prasasti berangka tahun 942 M yang juga menggunakan bahasa Melayu Kuna.
Pada zaman Sriwijaya, bahasa Melayu dipakai sebagai bahasa kebudayaan, yaitu bahasa buku pelajaran agama Budha. Bahasa Melayu juga dipakai sebagai bahasa perhubungan antarsuku di Nusantara dan sebagai bahasa perdagangan, baik sebagai bahasa antarsuku di Nusantara maupun sebagai bahasa yang digunakan terhadap para pedagang yang datang dari luar Nusantara.
Informasi dari seorang ahli sejarah Cina, I-Tsing, yang belajar agama Budha di Sriwijaya, antara lain, menyatakan bahwa di Sriwijaya ada bahasa yang bernama Koen-louen (I-Tsing:63,159), Kou-luen (I-Tsing:183), K’ouen-louen (Ferrand, 1919), Kw’enlun (Alisjahbana, 1971:1089). Kun’lun (Parnikel, 1977:91), K’un-lun (Prentice, 1078:19), yang berdampingan dengan Sanskerta. Yang dimaksud Koen-luen adalah bahasa perhubungan (lingua franca) di Kepulauan Nusantara, yaitu bahasa Melayu.
    
      Perkembangan dan pertumbuhan bahasa Melayu tampak makin jelas dari peninggalan kerajaan Islam, baik yang berupa batu bertulis, seperti tulisan pada batu nisan di Minye Tujoh, Aceh, berangka tahun 1380 M, maupun hasil susastra (abad ke-16 dan ke-17), seperti Syair Hamzah Fansuri, Hikayat Raja-Raja Pasai, Sejarah Melayu, Tajussalatin, dan Bustanussalatin.
Bahasa Melayu menyebar ke pelosok Nusantara bersamaan dengan menyebarnya agama Islam di wilayah Nusantara. Bahasa Melayu mudah diterima oleh masyarakat Nusantara sebagai bahasa perhubungan antarpulau, antarsuku, antarpedagang, antarbangsa, dan antarkerajaan karena bahasa Melayu tidak mengenal tingkat tutur.
    
       Bahasa Melayu dipakai di mana-mana di wilayah Nusantara serta makin berkembang dan bertambah kukuh keberadaannya. Bahasa Melayu yang dipakai di daerah di wilayah Nusantara dalam pertumbuhannya dipengaruhi oleh corak budaya daerah. Bahasa Melayu menyerap kosakata dari berbagai bahasa, terutama dari bahasa Sanskerta, bahasa Persia, bahasa Arab, dan bahasa-bahasa Eropa. Bahasa Melayu pun dalam perkembangannya muncul dalam berbagai variasi dan dialek.
Perkembangan bahasa Melayu di wilayah Nusantara mempengaruhi dan mendorong tumbuhnya rasa persaudaraan dan persatuan bangsa Indonesia. Komunikasi antarperkumpulan yang bangkit pada masa itu menggunakan bahasa Melayu. Para pemuda Indonesia yang tergabung dalam perkumpulan pergerakan secara sadar mengangkat bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia, yang menjadi bahasa persatuan untuk seluruh bangsa Indonesia (Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928).
Kebangkitan nasional telah mendorong perkembangan bahasa Indonesia dengan pesat. Peranan kegiatan politik, perdagangan, persuratkabaran, dan majalah sangat besar dalam memodernkan bahasa Indonesia.
Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 1945, telah mengukuhkan kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia secara konstitusional sebagai bahasa negara. Kini bahasa Indonesia dipakai oleh berbagai lapisan masyarakat Indonesia, baik di tingkat pusat maupun daerah.

     Setiap bulan bahasa sekolah kami atau bisa di sebut SMANSABEL mengadakan lomba yang berkaitan dengan bulan bahasa, seperti: Lomba Cipta Baca Puisi, Tutur Cerita Rakyat, MC, Pidato Menirukan Tokoh, ranking 1 .Dan masih banyak lagi. Pokoknya pas pelaksanaan bulan bahasa di sekolah kami pasti meriah

Berikut beberapa gambar persiapan dan kegiatan pada bulan bahasa




Sabtu, 05 Oktober 2013

Menjadi Anak Kesayangan Guru

PELAJAR mana yang tak suka bila menjadi kesayangan guru. Selain mempermudah kenaikan nilai , Anda bisa mendapatkan banyak ilmu dari mereka. Dengan begitu, Anda bisa mendapat banyak keuntungan sebagai anak kesayangan guru.

Tidak perlu takut bahwa cara-cara yang Anda lakukan terlihat seperti 'menjilat' guru. Selama Anda memakai cara yang benar dan tidak melupakan sikap profesional sebagai seorang guru, maka tidak masalah jika Anda menempuh cara-cara di bawah ini:


- Selalu Menikmati Pelajaran

Tidak ada yang lebih menyenangkan bagi seorang guru selain melihat anak muridnya menikmati pelajarannya yang diberikan. Ini kunci agar guru memberi Anda cap sebagai pelajar yang rajin dan pantang menyerah.

Tidak perlu memamerkan segala kerja keras dan pengorbanan Anda terhadap pengabdian sepanjang waktu, cukup selesaikan tugas-tugas mereka dengan baik, tidak banyak mengeluh dan nikmati pelajaran Anda. Dengan begitu, maka guru Anda akan melihat bahwa Anda punya potensi sebagai pelajar yang loyal.

- Ramah
Anda berharap memiliki guru yang ramah, maka guru juga berhak berharap untuk memiliki pelajar yang ramah. Tidak ada salahnya Anda murah senyum dan menyapa guru Anda, tidak hanya di sekolah tetapi juga di luar sekolah. Lakukan dengan wajar dan ramah, seperti bila Anda menyapa teman Anda.

Bila Anda tahu guru menghabiskan akhir pekan di luar sekolah , tidak ada salahnya berbincang 2 menit di waktu istirahat untuk menanyakan bagaimana akhir pekannya, apakah perjalanan cukup menyenangkan, dan lain sebagainya.

- Pakai Pakaian Yang Pantas
Ini WAJIB Anda ingat! Baik bila guru Anda adalah wanita, terlebih lagi bila pria. Sangat tidak nyaman apabila Anda memakai seragam sekolah yang terlalu ketat atau tidak sesuai norma.

Percayalah, Anda akan menjadi bahan gunjingan akibat memakai pakaian yang terlalu seksi. Siapa yang suka punya bawahan yang selalu memamerkan tubuhnya? Yang harus Anda pamerkan adalah sikap baik dan isi kepala Anda.

- Kaya Inisiatif
Meskipun status Anda hanya pelajar, bukan berarti Anda harus mengunci ide-ide yang bisa memajukan pendidikan Anda. Daripada selalu mengeluh tentang masalah yang dihadapi dalam belajar, keluarkan jurus jitu dengan memberikan inisiatif yang oke.

Tidak masalah bila inisiatif Anda tidak diterima atau dipakai. Jangan juga memaksakan inisiatif Anda harus diterima. Dengan rajin menjadi pelajar yang inisiatif, ini sudah menjadi tanda bahwa Anda peduli dengan pembelajaran Anda. Siapa yang tidak sayang dengan pelajar seperti ini?

- Setuju Dengan Team Work
Ada kalanya Anda harus bekerja secara tim, baik dengan teman yang sekelas dengan Anda maupun pihak lain di dalam sekolah. Ini penting untuk mempercepat dan memudahkan selesainya sebuah pekerjaan. Dalam team work, maka kemampuan Anda untuk bekerja sama dengan orang lain akan terbaca.

Jangan menolak bila Anda diutus untuk melakukan tugas ini. Selain memperlihatkan sikap profesional Anda, bekerja dengan tim akan memperluas wawasan dan pengalaman belajar Anda. Guru Anda akan semakin terpesona apabila hasil kerja tim Anda juga memuaskan.

- Jangan Takut Ambil Resiko
Resiko selalu ada dalam belajar dan rencana apapun, baik itu gagal maupun berhasil. Bila Anda harus mengambil resiko dalam menyelesaikan sebuah soal atau sebuah kerjasama dengan pihak lain, maka jadikan ini sebagai pemicu bahwa Anda akan berhasil.

Ini adalah ajang pembuktian bahwa Anda adalah pelajar yang bisa diandalkan dalam keadaan sulit sekalipun.

- Be A Human
Anda adalah manusia, bukan robot. Wajar apabila ada kondisi di mana Anda tidak fit dan prima dalam bekerja. Selama Anda tidak sering melakukannya, maka kondisi seperti ini dapat dimaklumi.

Misalnya Anda sakit atau ada keluarga yang meninggal. Jika Anda yakin, Anda bisa memberitahukan guru Anda mengenai hal ini. Sertakan juga sikap optimis bahwa Anda masih bisa menyelesaikan tugas PR sebaik hari biasanya.

 
Sumber:  http://ahmadrifqinurilmi.blogspot.com/2011/03/menjadi-anak-kesayangan-guru.html